NEWS
Pajak Pembalut dan Pijat Disorot, Azas Tigor Pertanyakan Cukai MBDK
ASKARA - Perdebatan mengenai pajak pembalut wanita dan jasa pijat memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan penerimaan negara. Di tengah polemik tersebut, pemerintah justru dinilai belum optimal memanfaatkan potensi cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Advokat sekaligus Wakil Ketua FAKTA Indonesia, Azas Tigor Nainggolan, menilai cukai MBDK lebih strategis karena tidak hanya berpotensi menambah penerimaan negara, tetapi juga mendorong pola konsumsi yang lebih sehat. " ...


